pada suatu hari, di sebuah hutan hiduplah bebeapa hewan yang hidup rukun, salah satunya adalah sang kancil, sang kancil sangat bijak. selain kebijakannya sang kancil banyak di cintai dan disayangi hewan-hewan lainnya. karena kancil sangat pengertian dan akrab terhadap hewan yang lain.
dan pada musim buah manggis dan rambutan tiba, sang kancil dan hewan lainnya banyak menyimpan buah tersebut, dan pada suatu hari datanglah seekor musang dari hutan sebrang ke hutan daerah sang kancil dan temannya. waktu itu sangkancil sedang tidak ada di daerahnya, karena sang kancil sedang ada pertemuan dengan teman sejenisnya di hutan lain.
oleh karena itu, seekor musang yang curang memanfaatkan keadaan tersebut untuk menipu teman-teman yang ada di daerah kancil, seperti tupai, monyet, gajah dan teman lainnya. musang waktu itu menawarkan bahwa ia mempunyai alat pengganda buah-buahan yang sangat bagus. sehingga monyet,tupai,dan gajah sangat tergiur dengan penawaran tersebut. tetapi gajah dan tupai tidak mempercayai omongan musang tersebut.
dan yang mempercayai omong kosong musang hanyalah monyet. monyet segera memberikan semua buah rambutan kepada musang untuk di gandakan. dan musang membutuhkan waktu 1 bulan untuk itu.
setelah beberapa hari berganti minggu dan akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu monyet telah tiba. monyet pun berjumpa dengan musang .
" hei kau musang, mana buah yang kau janjikan kepadaku?? kata monyet
" sabarlah.., sedang dalam proses besok aku antarkan kesini " kata musang.
monyetpun sedikitt kesal dengan itu,
" baiklah,.. awas kau kalau bohong, lihat saja"....... kata monyet
ketika besoknya monyet menjumpai musang dan ada saja alasan musang terhadap monyet. hingga akhirnya monyet menangis dan tidak bisa berbuat apa-apa.
setelah beberapa bulan kancil bertemu dengan teman sejenisnya di hutan lain, akhirnya sang kancil kembali ke hutan asalnya. dan ketika di perjalan kancil mendengar sesuatu.
" aaaaa... aaaa .. aaaa. "
" suaara apa itu" dalam benak kancil dan sedikit aga takut.
suara tersebut berasal di belakang pohon besar, dan akhirnya kancil memberanikan untuk menghampiri pohon tersebut, dan ternyata suara tangisan itu adalah suara tangisan monyet. lalu monyet menceritakan semua kejadian itu kepada kancil.
besoknya kancil dan monyet menjumpai tempat kediaman musang, dan kancil berbicara kepada musang menggunakan kata-kata bijaknya. musan hanya tetawa kecil , dan monyet terus meangis.
kancil pun merasa kesal, hingga akhirnya kancil berkata
" lihat saja kau musang, dengan perbuatanmu itu pasti akan ada balasannya" kata musang sambil pergi dengan monyet.
setelah beberapa minggu, akhirnya musang menghampiri monyet dan sang kancil dengan keadaan sakit perut, dan musangpun mengakui semua perbuatan curangnya. dan akhirnya monyet memaafkan perbuatan musang. dan akhirnya sakit perut yang musang alami sembuh.
makna yang dapat diambil dari dongeng diatas adalah bahwa kita jangan cepat percaya dengan sesuatu yang dapat menghasilkan lebih tanpa usaha yang lebih pula. dan jangan pernah berani menipu seseorang sekecil pun itu, karena sesuatu pasti akan ada balasannya.baca juga : dongeng singkat kerbau dan lebah yang sombong
Share This :

0 Comments